Gunawan Trihantoro, S.Pd.I.

Dilahirkan di Purwodadi tahun 1974. Setamatnya dari STM Al-Ianah Cianjur tahun 1993, tidak langsung kuliah, karena keterbatasan biaya pendidikan, ia bekerja di PT Inasa Wahana Lestari di Jakarta selama 1 (satu) tahun. Selanjutnya, ia bekerja di Bengkel Fabrikasi Logam sebagai welder selama kurang lebih 3 tahun.

Pada sekitar tahun 1997 dari pertemuannya dengan seorang jurnalis media televisi berkebangsaan Prancis bernama Vincent Lacombat, ia mendapat tawaran kuliah atas biaya darinya. Akhirnya, pada tahun 1998 melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Fakultas Agama Islam Jurusan Tarbiyah.

Sebelum kuliah di UMS, semasa remaja ia sudah aktif di organisasi keislaman, Ikatan Remaja Masjid (Irmas) Nurul Huda selama 3 periode menjabat Ketua Umum. Ia juga sempat nyantri di Pondok Pesantren Bustanul Maarif Cianjur, Jawa Barat, dan di Pondok Pesantren Al Hikmah Notorejo, Tulungagung, Jawa Timur. Kebiasaannya berorganisasi ternyata berlanjut sampai ia duduk di bangku kuliah.

Selama menjadi mahasiswa, aktif di beberapa organisasi, baik di intra maupun ekstra kampus. Di intra kampus UMS, ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Tarbiyah (HMJT) tahun 1999-2000, Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FAI tahun 2000-2001, Ketua Bidang Sosial Kemasyarakatan (Sosma) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat FAI-UMS tahun 2000-2001.

Di ekstra kampus, ia aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukoharjo sebagai Sekretaris Umum Pembinaan dan Pengembangan Anggota (PPA) Komisariat Ahmad Dahlan I tahun 2000-2001 dan masih di organisasi HMI Cabang Sukoharjo ia menjabat Ketua Departemen Partisan Pemerintah Daerah (PPD) Cabang Sukoharjo tahun 2001-2002. Selama aktif di HMI, ia telah mengikuti pelatihan dasar LK I (basic training) di Surakarta, dan LK II (intermediate training) di Cirebon.

Selain aktif di organisasi kemahasiswaan, ia juga pernah aktif di NGO yang berskala Internasional, CISCORE Solo sebagai relawan (Volunteer) kemanusiaan untuk kasus sampit dan diterjunkan sebagai relawan kemanusiaan selama 1 (satu) bulan di Madura pada tahun 1999.

Ia juga aktif menulis di beberapa media surat kabar di Solo dan di Cilacap, seperti: Gerakan Mahasiswa: Idealitas Versus Realitas (Solo Pos), Pro-Kontra Gus Dur sebagai Wujud Kebebasan Demokrasi (Radar Solo), Pendidikan, Demokrasi, dan Anarkhisme (Radar Solo), Homo Homini Lupus; Refleksi Sadisme di Indonesia (Radar Solo), dan Pentingnya Pendidikan Kewirausahaan (Radar Solo), serta di Satelit Post. Ia juga pernah aktif menulis di beberapa jurnal nasional seperti Jurnal Elcendekia yang diterbitkan ICMI DKI Jakarta dan Jurnal Debat yang diterbitkan oleh Menpora RI.

Setelah selesai dari masa kuliah, ia kembali ke kampung halaman di mana ia pernah dibesarkan, yakni di Desa Kalisabuk, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Sekembalinya di desa, ia aktif di organisasi kepemudaan “Galang Muda” yang dibentuknya dan konsen di bidang Olah Raga kepemudaan desa saat itu.

Selama tinggal di kota Cilacap dan menjadi seorang pendidik, kebiasaan berorganisasinya ternyata tidak bisa ia tinggalkan. Hal ini terbukti dengan sederet organisasi yang ia geluti saat itu. Dari menjadi Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Cilacap, Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Provinsi Jawa Tengah, Sekjen MASIKA-ICMI Kabupaten Cilacap, Komisi Kader dan Organisasi DPD KNPI Kabupaten Cilacap, Direktur Pusat Studi Remaja dan Perubahan Sosial (PSR-PS) Kabupaten Cilacap.

Kedekatan dirinya dengan tokoh-tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) yang berbasis Islam dan kedekatannya dengan eksekutif dan legislatif, baik di tingkat daerah maupun pusat, menjadikan dirinya lebih matang dalam berorganisasi dan pergaulan sosial-politiknya.

Baginya, organisasi masyarakat maupun organisasi politik merupakan media pembelajaran untuk peningkatan potensi dan kualitas diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara, dalam melakukan sebuah perubahan (sosial), sehingga, motto hidupnya “berbuat untuk perubahan” adalah sebuah support system bagi dirinya untuk senantiasa berkompetisi dalam kebaikan (fastabiqul khoirot).

Kini, putra ketiga dari pasangan Bapak Ubeid Irawan dan Ibu Sukiyem Rosilawati, yang memiliki hobi membaca-menulis, berorganisasi, dan nonton film, bekerja sebagai Staf Organisasi dan Sumber Daya Manusia (O-SDM) Bawaslu Kabupaten Karanganyar sejak tahun 2017 sampai sekarang.

Shopping Cart
Scroll to Top